Satu hal yang ingin kulakukan, saat ini.
Terbang tinggi...!
Sejauh anganku pergi melayang.
Kejar...!
Dan coba nikmati terpaan angin,
tak pernah mau batasi diri untuk terus berlindung kecut.
Meski, hanya perlu sedikit teguhkan hati,
kalau-kalau semakin ke atas sana,
semakin kencang angin memelanting ragaku!
Tapi aku punya mimpi!
Itu cita-cita yang tak ingin usang..
Itu semangat yang tak ingin pudar..
Itu harapan yang tergantung tinggi di atas sana!
Ingin ku terus terbang semakin tinggi lagi,
dan ambil, raih, gapai, petik semuanya itu.
Karena semakin kupacu diri untuk mau coba naik dan naik lagi,
semakin luas pandanganku tentang bumi dan isinya di bawah.
Dan...
Semakin ku tahu seremeh apa manusia yang bermegah atas dirinya yang rapuh,
di bawah kaki Sang Khalik yang kokoh itu.
Rabu, 15 Februari 2012
Selasa, 14 Februari 2012
I'll miss those moments...
*Si koko ngebuka pintu kamar gue...*
"Mau ikut gak? Ayo buruan." Ajak si koko dengan cool.
"Kemana?"
Belum sempat gue nanya tujuannya, pintu kamar keburu ditutup dan dia udah ngacir aja ke lantai bawah siap-siap dengan motornya. Gue yang dasarnya kepo yah pasti mau ikut, lantaran biasanya, tiap kali keluar malam means ada makanan enak yang bakal dibeli.
Right! Traktiran bubur singkawang, salah satu makanan favorit keluarga gue.. Yuuuuum!
*Di pinggir jalan sembari nunggu pesenan bubur Singkawang*
"Eh, Dre? Pa kabar?" Sapaan dari temennya koko. "Cewe lu, Dre?"
"Wehh, bae, bae... Lu pa kabar? Bukan, ini dede gue.." Jawab koko.
While, gue cuma sok menyibukkan diri dengan handphone seakan gak peduli sama orang itu.
Hmm.. lagi-lagi gue dianggep cewe dari koko gue sendiri, well, untuk ke-puluhan kalinya.
Hmm.. lagi-lagi gue dianggep cewe dari koko gue sendiri, well, untuk ke-puluhan kalinya.
*Otw pulang*
Tepat di depan palang kereta api, menunggu kereta yang lewat.
Tiba-tiba terbesit di benak gue, pertanyaan temen koko tadi.
"cewe lu?"
Dan gue langsung tiba-tiba galau.
Si koko emang udah punya cewe jalan 5 tahun, bahkan Oktober nanti, mereka rencananya akan menikah.
Bodohnya, itu yang tiba-tiba gue galau-in barusan, tepatnya tadi, ditemani moment kereta kelas ekonomi yang lewat dengan suara khas dari mesinnya.
Really, 8 months remain...
Tinggal hitungan 8 bulan lagi, si koko bakal resmi merayakan hari bahagianya, bakal mulai menata kehidupan baru, keluarga yang baru dengan calon istri dan anak-anaknya kelak. Well, I'm too happy for that, but...
Ini berarti bakal jadi pengalaman kedua buat gue, untuk rela dan ikhlasin mereka (koko pertama & kedua gue) yang udah nemuin pendamping yang paling pas buat kehidupan mereka masing-masing.
Yah, gue juga tau koq, soon or later, gue juga bakal nemuin pangeran, yang bakal nempatin posisi istimewa di hati gue, setara sama ketiga koko gue.
Well, tadi gue cuma merasa satu hal yang bodoh, merasa kalau gue bakal kehilangan semua moment ini; moment dimana bisa manja-manjaan ke mereka, even sekedar boncengan ngikut koko beli makan di malam hari kayak tadi. Hahaha, yes, I'm selfish and childish!
But really, I just wanna enjoy these few months before that special day for my brother and our whole family.
Gue tau kalau setelah hari itu, hubungan or keakraban ini bakal *willy-nilly* menjadi agak renggang, menjadi agak berjarak, dan dengan senyum ikhlas gue malam ini, gue cuma pengen ngomong gini ke koko :
"I'll deeply miss our togetherness like today, brotha's"
:')
Jumat, 10 Februari 2012
He Knows..
Tuhan...
Engkau tahu kuat lemahnya semangatku.
Engkau tahu besar kecilnya keberanianku.
Engkau tahu tinggi rendahnya kecondongan hatiku.
Engkau tahu dalam dangkalnya pengertianku.
Engkau tahu matang mentahnya kedewasaanku.
Engkau tahu kaya miskinnya kasihku terhadap sesama.
Engkau tahu lembut kasarnya bahasa lidahku.
Engkau tahu tajam tumpulnya isi perkataanku.
Engkau tahu panjang pendeknya kesabaranku.
Engkau tahu baik buruknya kesantunanku.
Engkau tahu rumit sederhananya pemikiranku.
Engkau tahu pandai bodohnya pengetahuanku.
Engkau tahu cepat lambatnya responku untuk banyak hal.
Engkau tahu ketat longgarnya kerajinanku.
Engkau tahu tebal tipisnya imanku.
Engkau tahu kokoh rapuhnya kepercayaanku.
Engkau tahu jernih keruhnya niatan hatiku.
Engkau tahu benar salahnya arah hidupku.
Engkau tahu setiap inci dari kehidupanku.

Maka, ajar lagi aku untuk mengenal-Mu,
Sampai akhirnya membawaku untuk semakin mengenal diriku sendiri.
Karena dulu, sekarang, atau nantinya,
seluruh rancangan hidupku,
Engkau tahu jelas semuanya itu...
11-2-2012
Langganan:
Komentar (Atom)