Minggu, 22 Januari 2012

Welcome 20 ...

21 - 1 - 12  ...

Thanks God i'm already 20. Rentang waktu antara awalan "SATU" ke "DUA" jaraknya 10 tahun kehidupan; mungkin itu yang membuat ultah kali ini cukup berkesan. 20 tahun, bukan waktu yang terlalu singkat.


Menginjak 21 Januari untuk ke-dua puluh kalinya, berarti melewati berkat dan pemeliharaan Tuhan untuk 7300 hari kemarin; kalau saja, kata "Bersyukur" bisa menggambarkan semua isi hati ini. Sayangnya, bahasa manusia terbatas; Tuhan, tolong ajari saya untuk lebih menggambarkannya di dalam kehidupan saya hari lepas hari, untuk lebih bersyukur dan belajar lagi.

Merenungkan pemeliharaan-Nya untuk dua puluh tahun ini, yang pertama kali terbesit di benak adalah wajah kedua orang tua saya yang menjadi sandaran selama hidup ini - affection, foods, clothes, school fees, many other things - saya cukup tahu perjuangan mereka.


Sewaktu saya bayi sampai balita, papa berjualan ayam di pasar, pagi-pagi benar sudah berangkat. Sedangkan mama, sering menambah penghasilan dengan menerima jahitan baju dari ibu-ibu arisan sekitar rumah. Pekerjaan mereka mungkin terlihat kecil dan tidak "hebat", tapi itulah keringat perjuangan yang setiap harinya bisa mengenyangkan saya dengan asupan susu dan bubur.
Beranjak saya remaja, papa dan mama sudah menggeluti bidang yang penuh kerja keras, konveksi baju anak. Bahkan sampai sekarang, setiap harinya, dari pukul 6 pagi sampai 9 malam, mereka terus bekerja dan sering kali hanya beristirahat di jam makan siangnya. Ini pekerjaan yang begitu menguras tenaga, tapi jerih lelah mereka sudah memberi harapan bagi saya untuk tetap bersekolah sampai di bangku kuliah sekarang.
Bukan sekedar kalimat muluk : Bersekolah. Saya bisa mensyukuri hal yang satu ini karena satu ketika mama pernah berkata kepada saya :"Ling, kalau tahun ini gak cukup uang, kamu pindah ke sekolah yang murah ya, yang penting tetap sekolah"
Memang bukan ancaman untuk putus sekolah, tapi saya ingat betul kata-kata mama hari itu menunjukkan seberapa besar niat mereka (orang tua saya) agar anak-anaknya tetap bersekolah meski di tengah kesulitan; bisa berilmu dan mencapai masa depan yang jauh lebih baik dari mereka. Kalaupun nantinya saya bisa mencapai cita-cita, mungkin takkan pernah cukup untuk membalas semua yang mereka sudah berikan.


Untuk tiga koko yang sering membuat teman-teman saya "iri" dengan status sebagai dede cewe satu-satunya (hehehe), really thanks for many things we've passed together. Thx untuk banyak pertolongan, kesenangan, candaan, rasa kesel, kritik, sampai hinaan yang sering kita lakukan dengan sangat terbuka and lets say : untuk membangun!
Somehow, you all are my "hero". But, soon or later, you all will be marry and I really need to find another "hero" kan? (hahaha, kiddin'). 


Tuhan, terima kasih, untuk orang tua dan tiga orang koko yang begitu menyayangi saya dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka. Jagai mereka seterusnya, seperti Tuhan sudah memimpin hari-hari kemarin untuk keluarga yang sederhana ini.


Untuk sahabat dan teman-teman yang masih mengingat tanggal ini dengan caranya masing-masing, thanks for your care. Tanpa kalian, hari ini akan terlewat tanpa makna. Tanpa kalian, orang yang menginjak usia 20 tahunnya ini mungkin cuma bisa berdoa untuk dirinya sendiri, dan pasti lupa bersyukur kalau dia punya orang-orang disekelilingnya yang begitu perhatian. Thx untuk pertemanan yang kita bangun selama ini. 


Maybe, at the first time we became friend, was just because we need each other at school.
Further, when we were separated by our busy life today and still keep caring each other, it's not only because of "need", it's because of "love", people call it Friendship.


Sekarang, tiap melihat ke dinding kamar saya, sudah terpajang hadiah ulang tahun dari beberapa sahabat : bingkai foto-foto bersama. Mungkin buat beberapa orang, itu barang biasa atau tidak terlalu berarti. Tapi buat saya, itu hadiah yang indah dan berkesan untuk mengawali kepala dua kali ini dengan semangat yang baru. Yesterday was a very beautiful day with you all. (actually, my birthday wish was fully accomplished : celebrated birthday with tart and present made by my lovely besties, original loh, hahaha). 


Tapi, diatas semuanya, tanpa Tuhan menempatkan saya di tengah kalian, I am nothing.
Thx God for Your abundant Grace and blessings. Make me be a blessing too, in all my way.


January 22, 2012.
With all my happiness, Suvi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar