Jumat adalah hari "bernafas" bagi saya. Setidaknya untuk 6 bulan ke depan.
Hari dimana jarak Jakarta-Tangerang tidak perlu saya lalui. Tidak perlu berangkat pagi-pagi menunggu bus 104 atau 157 yang menempu 18 KM sepanjang tol Karang Tengah, juga tidak perlu ikut berlama-lama "ngetem" di angkot yang mengantarkan saya ke kampus biru.
Jumat, hari off kuliah saya, yeeeyy... :D
Dan, hari Jumat kali ini saya isi dengan aktifitas merapikan folder di laptop dengan mengelompokkan data-data perkuliahan berdasarkan mata kuliah dan semester.
1st semester
2nd semester
3rd semester
4th semester
5th semester
6th semester.......
And, wow! 6th semester!
Saya bukannya kaget, atau barangkali lupa ingatan. Tidak, tidak, saya sadar kalau sekarang sudah ada di semester 6 perkuliahan saya. Artinya, tinggal selangkah lagi untuk keluar dari rutinitas anak kuliah dan masuk ke rutinitas pekerja profesional. Ah! Profesional! Terlalu muluk rasanya untuk menyebut kata profesional, oke, mari kita ganti dengan kata Fresh Graduate, mungkin lebih baik.
Yah, apapun itu, semester 6 menandakan kalau saya bukan lagi seorang bocah ingusan yang baru belajar soal Public Relations, meskipun pada kenyataannya, konsep-konsep di dalam profesi Public Relations masih berserakan di otak saya dengan konstruk yang belum jelas. Terkadang, ada rasa dilema atau bahkan down kalau menyadari realita sudah di semester 6 ini. Di saat seharusnya sudah makin jelas tentang materi, sudah mantap ingin magang dimana, sudah punya bayangan untuk judul skripsi, sudah ada ketertarikan untuk kerja di bagian dan perusahaan apa, sudah siap mental dan intelektual untuk terjun jadi profesional, tapi.....
lagi-lagi, saya belum.
Tapi, mau belum sampai kapan?! Kapan baru bisa siap?! Kapan mulai bersaing di dunia kerja yang real?! Kapan pakai ilmu yang selama ini didapat dari bangku kuliah?!
Bukan cuma saya, ini juga untuk teman-teman lain yang mungkin, merasakan hal yang sama.
Kuliah itu proses belajar, tapi tidak bisa dipungkiri, hanya kurang lebih 15% dari yang namanya BELAJAR.
85% lagi, harus kita gali sendiri, harus kita alami lewat pengalaman.
So, semester 6 bukan lagi ajang "mengasihani" situasi, tapi ranah untuk LEARN MORE, DOING MORE...
Apapun pencapaian atau kegagalan di belakang, itu semua adalah proses yang harus jadi bahan evaluasi.
Selanjutnya, kejar masa depan kita! Terkadang, semangat memang harus dibangkitkan dari hasil refleksi pribadi, bukan menunggu-nunggu ada stimulus dari orang lain yang membuat kita bangun dan bergerak.
So, I'm making my 6th semester motto by saying this:
I am going to be a PROFESSIONAL public relations; how about you?
Suvi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar