Jumat, 11 Mei 2012

Keep Walking ...

Hari ini "melegakan", tulisan kali ini juga.. (yah setidaknya buat saya dan seorang sahabat sih...)
Kita seketika berubah menjadi para "Maria-Maria Teguh" yang belajar memotivasi satu sama lain ketika curhat soal.......
-Jalan Hidup-

It maybe looks too boring when you haven't jumped into the stories. It's just about another problems in life, in campus life. Maybe, once you meet the problems, once you can't handle it by yourself, once you cry out so loud, and finally you try to share it to someone, it means something. Jalan hidup, it really means something, it does exist in all human beings!

Persoalan kami simple, yang satu gagal diterima magang di salah satu perusahaan TOP Indonesia, dan saya sendiri gagal diterima apply beasiswanya , juga di salah satu perusahaan TOP Indonesia.
Permasalahannya, kami punya ekspektasi dan harapan yang benar-benar tinggi kalau bisa mendapatkannya, she said "padahal tinggal selangkah lagi, ling..."
"Yah, kadang gue bingung, apa yang salah sama capability kita, kenapa gagal, gagal, dan gagal lagi..."
Masih banyak lah curhatan yang gak mungkin diekspos disini.

Tapi, konklusi kita cukup melegakan, at least, curhat ini gak berujung dengan kata-kata yang nampaknya cuma mau nunjukin simpatik "yang sabar yah.." atau "tetap semangat yah, gue yakin lu bisa koq..."
Untungnya, curhat ini membuat kita jadi brain storming soal memilih, soal merelakan, dan soal move on. Semua ini intinya tetap, soal belajar seumur hidup.

Curhat ini panjang, gak cuma sehari. Tapi, ada quote-quote yang mungkin boleh di share di sini, hasil bergumul bersama, dan semoga teman-teman pun bisa mengambil hikmahnya.

Soal memilih -- perkara mau coba (apply) atau gak pernah coba sama sekali.
Kenapa? Karena takut gagal lagi ketika mencoba dan ditolak lagi, lagi, dan lagi...
Lalu, konklusinya muncul dengan satu kalimat ini :
"Coba.. atau... gak pernah coba sama sekali karena takut! Kalau coba, masih ada kemungkinan 50% berhasil dan 50% gagal. Kalau gak pernah sama sekali karena takut gagal, yah sudah 100% gagal."

Soal merelakan, kita berdua belajar soal try the best dan berserah (surrender).
Konklusi kita : Yaa, gak bisa dipungkiri kalau hidup memang ada happiness and sorrows. Kita berdua mungkin sering kali gak mau mandang sisi kegagalan, yah karena setiap orang toh lebih senang berandai-andai yang baik dan memandang keberhasilan dalam semua usaha mereka.
Tapi, memang lewat bercerita ke orang lain, kita yang sudah terbang tinggi dengan kenikmatan angan-angan dan harapan, harus sekali-kali "ditampar" untuk ingat kalau ada realita yang harus terus dihidupi, hidup yah soal adanya hal yang baik, juga gak lepas dari hal yang buruk.
"Gue berdoa siang malem, gue udah coba bikin yang terbaik, tapi ternyata gak cukup...."
"(hening cukup lama) Gue sih percaya sama yang namanya takdir, jalan yang diatur sama yang di Atas. Gue gak muluk, itu yang gue percaya... yah mungkin bisa kita bilang, tiap orang punya "hoki"-nya masing-masing..."
"Tapi, apa lagi gitu yang kurang.. I've tried the best, you know it..."
"(might be), kita yang kurang berserah. Yaudah lah, life must go on, kalau kita udah done the best dan belum dapat hasil, bukan berarti kita harus nyesel, sedih, kecewa, hancur hati, dan GALAU tok!"

Dan terakhir, soal move-on.
Diawali dengan otak gue yang sempat kepikiran satu tragedi pas hape (yang susah payah dibeli pake duit tabungan sendiri) gak sengaja kebanting temen, gue dilema mau marah dan ngambek. Tapi, seketika terpikir kalau marah pun gak bisa bikin layar yang udah terlanjur lecet itu balik jadi mulus lagi, kecuali gue cari cara lain, beli anti gores atau lain kali lebih hati-hati megang hape.
Formulanya mungkin sama. Kalau gagal dan gak keterima, mau marah dan nyesel se-galau apapun gak bisa merubah keputusan itu kan? Yah kecuali cari jalan-jalan yang lain, tetap do the best dan move on!

Kalau pun tadinya kita berdua sempet mikir "padahal tinggal selangkah lagi....", di akhir konklusi itu, menurut kita, bukan tinggal selangkah lagi, tapi masih ada ribuan langkah yang masih harus ditempuh; lewat jalan mulus atau jalan bebatuan, yang indah atau menyakitkan, yang kadang perih, kadang menyiksa, sering melelahkan, kadang penuh tawa, tapi gak jarang penuh air mata...
Yang akhirnya kita (berdua) belajar lagi, dan bikin kesimpulan,

"itu semua yah langkah demi langkah yang memang ada di Jalan Kehidupan.
Selama kita hidup, kondisi baik atau buruk, kita harus melangkah terus ke depan, kan?...
Lets enjoy it and keep walking...."





Inspired by my lovely friend,
both of us...
all of us (I hope include the readers),
we are on this journey of life. Lets keep walking. =)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar